
Manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang sempurna, dibandingkan dengan mahluk ciptaan lainnya. Manusia diberi akal (otak) untuk bisa berpikir, diberi hati untuk bisa mengasihi sesama mahluk hidup. Manusia diciptakan oleh Tuhan bukan untuk saling membenci, bermusuhan, dan sifat lainnya yang bisa menghancurkan hubungan antar manusia. Memang manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbagai bentuk, agama, suku bangsa, fisik, bahasa, warna kulit dsb. Tapi apakah perbedaan itu menjadi hambatan untuk bisa saling mengasihi, menyayangi, sesama mahluk Tuhan, tidak. Seperti halnya Tuhan yang maha segalanya, apa kita tidak boleh memiliki salah satu diantaranya, jawabannya tidak.
Untuk itu saya mencoba membuat artikel ini supaya bisa jadi bahan renungan bagi kita semua mahluk ciptaan Tuhan tidak perduli siapapun orangnya, agamanya, warna kulit, dan suku bangsa.
Seperti yang telah saya utarakan sebelumnya di atas bahwa manusia diberi oleh Tuhan sesuatu yang sangat berharga yaitu akal (otak). Manusia di beri akal (otak) untuk bisa mengasah kemampuan berpikirnya agar bisa lebih luas, tidak terkurung oleh pemikiran yang konvesional, kuno, fanatik yang menonjolkan sikap egosentris.
Mengasah otak bisa dilakukan dengan banyak cara, membaca berbagai kepustakaan yang ada, bisa dari buku, koran, majalah maupun internet bahkan lingkungan sekitar kita itu bisa menjadi bahan bacaan. Dengan sering membaca otak kita akan terus berkembang, sehingga hasil dari membaca membuat pikiran kita akan lebih terbuka, dengan membaca otak kita menjadi lebih dinamis dalam setiap mengambil keputusan atau yang lebih biasa kita sebut dengan Bijaksana. Orang yang bijak adalah orang yang mau melihat permasalahan dari berbagai sudut kaca mata. Coba anda melihat lingkungan sekitar dengan berbagai kaca mata, ada yang hitam,cekung,cembung, jauh dekat dan lain sebagainya.
Untuk itu kita perlu belajar membaca yang baik, agar dalam mengambil suatu keputusan akan bijaksana.
Dalam bisnis apapun anda akan dituntut untuk selalu mengasah kemampuan berbisnis. Salah satunya adalah melalui pengalaman sendiri dan orang lain karena ada pepatah yang mengatak “Pengalaman adalah Guru yang baik”. Mungkin anda mengetahui pepatah tersebut, kalau tidak tahu keterlaluan.
Pengalaman berupa kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh sendiri untuk menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang. Setelah anda mampu mengasah kemampuan berpikir dari pengalaman-pengalaman yang pernah diterima, anda bisa membagikan pengalaman anda sendiri untuk orang lain. Karena saya yakin apabila saling berbagi pengalaman, anda akan mendapat pengalaman yang baru yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dengan saling berbagi pengalaman merupakan suatu bentuk rasa kasih sayang terhadap orang lain.
Coba anda kembali pikirkan pengalaman yang pernah terjadi, apakah sama dengan orang lain, mungkin anda akan berkata :”oh ya dulu saya pernah mengalami kesulitan dalam berusaha tapi sekarang sudah sukses, sekarang saya akan membagikan pengalaman saya kepada orang lain, agar bisa lebih sukses dari saya”
Memang pengalaman yang dialami setiap orang berbeda tapi intinya sama, yaitu soal uang (Materi). Dengan saling berbagi pengalaman, merupakan bentuk rasa kasih sayang terhadap orang lain. Anda jangan memberikan umpan tapi berilah kail untuk mendapatkan ikannya.
Setelah anda memberikan pengalaman kepada orang lain, anda juga ikut memberikan saran-saran yang terbaik agar orang sukses seperti anda itulah yang dinamakan asuh (kira). Asuh (kira) muncul karena adannya hasil dari Asah (Pikir) Asah (Rasa) dalam bentuk buah kesuksesan, sehingga kata asauh dalam bisnis berarti kira atau hasil dari Asah (Pikir) Asah (Rasa) itu sendiri





Tidak ada komentar:
Posting Komentar